Siap Bekerja, ISNU Mojokerto Dilantik oleh Prof M. Mas'ud Said, Ph.D

INDONESIASATU.CO.ID:

MOJOKERTO - Pengurus Ikatan Sarjana NU (ISNU), Kab. Mojokerto telah dilantik secara langsung oleh Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof M. Mas'ud Said, Ph.D, di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto (26/12/2018).

"ISNU harus bangun dari tidurnya," ungkap Ketua PW ISNU dalam sambutannya.

Acara pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon. Terlihat peserta dengan khidmat melantunkan kedua lagu tersebut. Selain itu, peserta juga bersama-sama melantunkan Shalawat Nabi.

"Sebagai perumpamaan dalam membangun rumah, saya harap pengurus ISNU mampu membuat gambar rumah bagaimana ISNU 4 tahun kedepan," ungkap Ketua Tanfidziyah NU, KH. Abdul adzim Alawy.

Pelantikan ISNU tahun ini juga dihadiri oleh Pemerintah Kab. Mojokerto, yg diwakili oleh Drs. H. Agus Muhammad Anas, M.Si. "Saat ini kita sudah masuk di era industri 4.0. Oleh karena itu, ISNU Mojokerto harus mampu berperan di dalamnya," terangnya.

Pada kepengurusan Periode 2018-2022 ini, ISNU Mojokerto dikomandani oleh H. Mukti Ali, S.Ag., M.M. "ISNU adalah organisasi para sarjana NU. Di sinilah para intelektual NU berkumpul. Namun, jangan sampai gelar "intelektual" ini menjadikan gerak kita terbatas. Prinsipnya adalah ISNU harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas," ungkap Ketua ISNU dalam sambutannya.

Kegiatan pelantikan ditutup dengan Doa yang dipimpin langsung oleh KH. Mashul Ismail, selaku ketua MUI Mojokerto sekaligus Rois Syuriah NU.

Setelah acara pelantikan, dilanjutkan kegiatan Sarasehan dengan Pemateri Prof. M. Mas'ud Said, Ph.D.

Dalam pemaparannya, Prof. M. Mas'ud Said, Ph.D, menyampaikan bahwa ISNU perannya sangat penting dan strategis. "ISNU harus mulai kerja. Lakukan rapat untuk kerja, jangan dibalik, kerjanya rapat saja," ungkap Prof Mas'ud dalam penjelasannya. "Saya berpesan 3 hal kepada pengurus yang baru, (1) Jaga silaturrahmi, (2) lihat keluar, dan (3) yakinlah semua anggota dan pengurus ISNU memiliki keunggulan masing-masing. Sinergikan keunggulan tersebut," tutupnya. (hp)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita